The Girl with The Dragon Tattoo: Tattoed-Hacker Heroine Metes Detective Journalist, Punitive Violence
This movie is R-Rated (brutal violent content including rape and torture, strong sexuality, graphic nudity, and language). David Fincher memang tak mau berkompromi seperti sutradara Hollywood lain. Segala ‘bentuk ke-ekstriman’ dari para karakter di dalamnya direpresentasikan secara menyeluruh di film ini. Jadi saya pun tidak berharap banyak, bahwa film ini akan diputar di Indonesia. Dan ternyata film ini memang tak pernah rilis di Indonesia versi layar lebarnya. Walaupun begitu jangan khawatir, apabila ingin menontonnya, sekarang sudah beredar versi home video originalnya di Indonesia.
Ketika film ini hendak dirilis, banyak muncul keraguan apakah David Fincher mampu membuat film versi buatannya nyaris sempurna seperti film versi Swedia? Atau bahkan lebih? Sangat sulit memang apabila meremake sebuah film yang sudah sukses dan membekas, terlebih lagi film ini diangkat dari buku yang sukses pula. Mau tidak mau film ini banyak dibanding-bandingkan dengan film sebelumnya juga dengan bukunya. Hal ini tampaknya tidak berlaku bagi seorang David Fincher. Dia tidak ragu dan tetap terus melanjutkannya dengan naskah dari penulis yang terkenal dengan naskah yang maskulin Steven Zaillian. Padanan yang pas dan sangat maskulin ini tentu membuat ekspektasi para penonton menjadi tinggi, tapi hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri.
