Terrence Malick adalah salah satu sutradara yang selalu menunjukkan
keindahan visual dan sinematografi dalam mata puitis. Film-film dari Terrence
Malick, hanya lima dari mereka untuk saat ini lebih dari tiga puluh tahun
berkarir, merupakan visual puisi, sebuah wasiat yang memperlihatkan membaranya
gairah keindahan alam, tetapi secara emosional sulit dipahami dan enggan untuk
secara langsung terlibat, sangat puitis. Days of Heaven, film kedua, dan
terpendek nya, adalah sebuah karya puitis cinta, satu set cinta segitiga dengan
padang gandum yang membentang luas, dengan kedetilan tragisnya pergantian waktu
dan cinta.
Days of Heaven menjadi salah satu film yang paling menggairahkan yang
pernah dibuat, bercahaya dengan cara yang tidak ada film lain yang telah ada.
Dalam versi yang disajikan sampai sekarang, lampu tidak hanya hangat dan emas
tapi hampir cokelat-madu, efek yang indah dalam dirinya sendiri. Beruntungnya
film ini telah direstorasi penuh yang mempertahankan semua keajaiban dari segi
cahaya yang tetap jelas, terang, tajam dan dan mengkhususkan keberagaman warna
- warna nuansa emas - madu dan unsur karamel langit yang sangat luhur.
