A Clocwork Orange: How to Describe this Movie?
Very Disturbing but this Is A Masterpiece!
Stanley
Kubrick is one director who produced many masterpieces of films in different
genres. Sebut saja Spartacus, film epic kolosal yang dipuji banyak kritikus sampai
film romansa drama thriller Eyes Wide Shut. Pendekatan Kubrick dalam
menghasilkan sebuah karya film bukanlah film-film se-versi Hollywood, dia
mempunyai pendeskripsian tersendiri untuk filmnya. Dengan ciri khas yang
mengikuti perkembangan jaman tetapi trademark-nya tidak hilang dalam hal
visulaisasi dan jalannya cerita yang disuguhkan, memusingkan tetapi membuat
ketagihan. Jika ditelisik lebih lanjut banyak dari film Stanley Kubrick adalah
naskah yang sudah diadaptasikan, bersumber dari buku atau kisah bersejarah.
Begitu juga dengan A Clockwork Orange, film ini diambil dari novel yang
berjudul sama hasil karya Anthony Burgess,
dengan genre dystopia-sci-fi-drama.
This is disgusting movie, not, maybe this is the
movie that brings you to pop up a new of an ideological mess. Tema yang
disajikan memang tema yang mendalam dan bukanlah tema sederhana. Sebuah tema
yang selalu menjadi mimpi buruk bagi masyarakat bermoral dengan nilai-nilai
kemanusiaan yang tinggi, yaitu permasalahan
filosofis free will vs morality. Dilema
pertentangan kebebasan dengan moralitas ini benar-benar dijabarkan sangat
ekstrim oleh Stanley Kubrick dalam sikap ultra-violence sang pemeran utama
dalam lingkup visual dan tone yang cerah-norak-orange-opera-mencengangkan,
hasil fotografi yang instrument penghias benar-benar indah namun mengusik mata.