Close Encounters of
The Third Kind: This is How Spielberg Can Communicate
with Alien?
Joss Whedon (director): I became obsessed with the film. I went to see it the next day and the day after that, and then I sat through it three times. Eventually the cinema staff said, "You're gonna have to leave." I had turned it into a sort of religious ritual . When I got back to school I told my best friend what had happened and he handed me a copy of Nausea by Jean-Paul Sartre. I realised, "Oh! Other people have gone through this!" Basically, the film had made me an existentialist.
Pada tahun 1950-an, dekade setalah perang dunia kedua usai, dekade saat Indonesia mulai bangkit dengan kemerdekaannya, dekade saat dunia memerangi korea utara dan dekade tentang bom atom yang jatuh ke tangan Putri Grace dan Pangeran Rainier, dekade ini juga Film sci-fi sedang naik daun. Pada awalnya genre film sci-fi diperkenalkan oleh Georges Mélie’s dengan film pendek 3 menit yang epic berjudul Le Voyage Dans La Lune, yang mengajak para penonton keluar dari planet untuk pertama kalinya.
Showing posts with label Sci-fi. Show all posts
Showing posts with label Sci-fi. Show all posts
Monday, 21 January 2013
Close Encounters of The Third Kind (1977) Review with Movie
Labels:
1977,
Alien,
Cinematography,
Classic,
Film,
Hollywood,
Movie,
Richard Dreyfuss,
Sci-fi,
Steven Spielberg,
UFO
Location:
Jakarta, Indonesia
Sunday, 20 January 2013
A Clocwork Orange (1971) Review
A Clocwork Orange: How to Describe this Movie?
Very Disturbing but this Is A Masterpiece!
Stanley
Kubrick is one director who produced many masterpieces of films in different
genres. Sebut saja Spartacus, film epic kolosal yang dipuji banyak kritikus sampai
film romansa drama thriller Eyes Wide Shut. Pendekatan Kubrick dalam
menghasilkan sebuah karya film bukanlah film-film se-versi Hollywood, dia
mempunyai pendeskripsian tersendiri untuk filmnya. Dengan ciri khas yang
mengikuti perkembangan jaman tetapi trademark-nya tidak hilang dalam hal
visulaisasi dan jalannya cerita yang disuguhkan, memusingkan tetapi membuat
ketagihan. Jika ditelisik lebih lanjut banyak dari film Stanley Kubrick adalah
naskah yang sudah diadaptasikan, bersumber dari buku atau kisah bersejarah.
Begitu juga dengan A Clockwork Orange, film ini diambil dari novel yang
berjudul sama hasil karya Anthony Burgess,
dengan genre dystopia-sci-fi-drama.
This is disgusting movie, not, maybe this is the
movie that brings you to pop up a new of an ideological mess. Tema yang
disajikan memang tema yang mendalam dan bukanlah tema sederhana. Sebuah tema
yang selalu menjadi mimpi buruk bagi masyarakat bermoral dengan nilai-nilai
kemanusiaan yang tinggi, yaitu permasalahan
filosofis free will vs morality. Dilema
pertentangan kebebasan dengan moralitas ini benar-benar dijabarkan sangat
ekstrim oleh Stanley Kubrick dalam sikap ultra-violence sang pemeran utama
dalam lingkup visual dan tone yang cerah-norak-orange-opera-mencengangkan,
hasil fotografi yang instrument penghias benar-benar indah namun mengusik mata.
Labels:
Classic,
Film,
Hollywood,
Malcolm McDowell,
Movie,
Sci-fi,
Stanley Kubrick
Location:
Jakarta, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)
